- mengolah makanan menjadi energi,
- mengatur nafsu makan, dan
- membakar kalori selama berolahraga.
Selain gen, anggota keluarga juga cenderung mempunyai kebiasaan makan dan aktivitas yang mirip. Itu sebabnya, tidak jarang penderita obesitas memiliki anggota keluarga yang juga mengalami hal yang sama.
2. Gaya hidup tidak sehat
Tidak hanya dari keluarga, faktor lainnya yang bisa menjadi pemicu obesitas juga bisa berasal dari sendiri, yakni gaya hidup yang tidak sehat, seperti:
3. Penggunaan obat-obatan tertentu
Banyak obat, baik dengan maupun tanpa resep dokter, bisa memicu efek samping berupa kenaikan berat badan. Beberapa obat-obatan dengan efek samping tersebut meliputi:
- antidepresan,
- obat diabetes,
- antipsikotik,
- obat anti kejang,
- steroid, dan
- penghambat beta.
Beberapa obat tersebut dapat mengubah fungsi tubuh dan otak, sehingga nafsu makan pun meningkat. Peningkatan nafsu makan ini ternyata disertai dengan menurunnya tingkat metabolisme yang bisa memicu berat badan naik.
4. Usia
Siapa saja dapat mengalami obesitas, terlepas dari berapa pun usia penderitanya. Akan tetapi, seiring dengan bertambahnya usia, perubahan hormon dan gaya hidup yang kurang aktif dapat berisiko terhadap penyakit ini.Selain itu, jumlah otot pada tubuh juga cenderung menurun yang bisa menyebabkan penurunan metabolisme. Perubahan ini juga mengurangi kebutuhan kalori dan membuat Anda sulit untuk menurunkan berat badan.Oleh sebab itu, para orang dewasa, termasuk lansia, perlu mulai mengontrol pola makan dan menjadi lebih aktif. Hal ini dilakukan agar Anda bisa menjaga berat badan meskipun sudah berumur lebih dari 50-60 tahun.
5. Stres
Bagi Anda yang sering mengalami stres mungkin perlu berhati-hati. Pasalnya, Anda cenderung lebih banyak makan ketika stres untuk memperbaiki suasana hati, terutama makanan manis.Tanpa Anda sadari, konsumsi makanan pada saat seperti itu dapat membuat Anda makan lebih banyak. Akibatnya, penumpukan kalori, gula, dan lemak dalam tubuh pun tidak dapat dihindari. Alhasil, berat badan pun naik.
6. Berhenti merokok
Banyak orang yang berhenti merokok mengeluhkan kenaikan berat badan yang sangat mungkin berisiko terhadap obesitas. Hal ini mungkin terjadi karena ketika berhenti merokok, makan menjadi cara mengalihkan keinginan untuk merokok.Meski begitu, menghentikan kebiasaan merokok tentu memberikan manfaat yang lebih besar. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter guna mencegah kenaikan berat badan setelah berhenti merokok.
Bila obesitas tidak segera ditangani, ada sejumlah penyakit serius yang mengintai para penderitanya. Berikut bahaya obesitas yang perlu Anda waspadai.
Diabetes tipe 2
Orang yang mengalami obesitas berisiko terhadap diabetes tipe 2. Hal ini disebabkan penumpukan lemak tersebut dapat memengaruhi fungsi insulin untuk mengontrol kadar gula darah.
Osteoarthritis
Selain diabetes, kegemukan juga dapat menyebabkan osteoarthritis. Pasalnya, obesitas meningkatkan tekanan pada tulang dan sendi yang menahan beban. Faktor ini yang nantinya memicu komplikasi seperti osteoartritis.
Stroke dan penyakit jantung
Tekanan darah dan kadar kolesterol yang tinggi juga kerap dialami oleh orang yang mengalami kegemukan. Kedua hal tersebut menjadi faktor risiko penyakit jantung dan stroke.
Masalah kesehatan lainnya
Selain ketiga penyakit di atas, ada beberapa masalah kesehatan lainnya yang bisa terjadi akibat seseorang mengalami obesitas, seperti:
- gangguan sistem pencernaan, seperti heartburn dan gangguan fungsi hati,
- kanker, seperti kanker rahim, kanker serviks, dan kanker lainnya,
- infertilitas, dan
- sleep apnea.
- Tujuan dari pengobatan obesitas adalah menurunkan berat badan hingga mencapai kategori ideal dan mempertahankannya. Berat badan ideal dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan mengurangi risiko komplikasi.Anda mungkin perlu berkonsultasi dengan ahli diet atau dokter spesialis gizi untuk memahami bagaimana mengubah kebiasaan makan.Di bawah ini ada sejumlah cara yang direkomendasikan oleh dokter untuk mengatasi obesitas.Salah satu cara mengatasi obesitas yang penting yakni mengubah kebiasaan makan. Anda mungkin perlu bantuan dari dokter atau ahli gizi untuk mengetahui berapa banyak kadar kalori yang dibutuhkan sesuai kondisi.
Begini, perubahan pola makan yang drastis, seperti diet ketat, tidak dapat membantu Anda menjaga berat badan berlebih dalam jangka panjang. Itu sebabnya, Anda perlu program penurunan berat badan khusus untuk meningkatkan peluang tersebut.Perlu diingat bahwa tidak ada diet untuk obesitas yang terbaik. Anda bisa memilih salah satu yang menurut Anda akan berhasil sesuai kondisi yang dialami.Meski begitu, perubahan pola makan untuk mengatasi kegemukan umumnya meliputi:
- mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi,
- makan dalam porsi yang besar tetapi dengan kalori yang sedikit,
- perbanyak sumber protein nabati,
- kurangi protein hewani, garam, dan gula tambahan, dan
- batasi makanan tertentu, seperti karbohidrat dan lemak.
Lebih banyak berolahraga
Selain pola makan, Anda juga perlu lebih banyak bergerak untuk membakar kalori yang masuk ke dalam tubuh. Para penderita obesitas disarankan untuk berolahraga intensitas sedang setidaknya 150 menit. Bila ingin menurunkan berat badan secara signifikan, Anda mungkin bisa beraktivitas fisik selama 300 menit atau lebih dalam seminggu. Jika sudah terbiasa, Anda bisa meningkatkan durasi waktu ketika daya tahan tubuh ikut meningkat. Ada banyak jenis aktivitas fisik yang direkomendasikan untuk penderita obesitas, seperti:
- berjalan atau jogging,
- sepeda statis, dan
- aktivitas sederhana, seperti berkebun dan membersihkan rumah.
Obat penurun berat badan dari dokter
Pada dasarnya, menurunkan berat badan yang paling baik adalah perubahan pola makan dan berolahraga. Namun, dokter mungkin akan meresepkan obat penurun berat badan pada situasi tertentu. Obat penurun berat badan biasanya digunakan bersama dengan pola makan, olahraga, dan terapi perilaku. Tujuan penggunaannya adalah membantu pasien menjalani diet rendah kalori dengan menghentikan rasa lapar. Beberapa obat yang disebut anti obesitas ini antara lain:
- Orlistat (Alli, Xenical)
- Phentermine and topiramate (Qsymia)
- Bupropion and naltrexone (Contrave)
- Liraglutide (Saxenda, Victoza)
Operasi
Jika berat badan 100% di atas berat badan ideal atau BMI melebihi 40 dan gagal menerapkan metode yang disarankan, operasi mungkin akan dilakukan. Ada sejumlah jenis operasi yang ditujukan untuk mengatasi kegemukan, seperti:
- operasi bariatrik,
- operasi lambung,
- operasi lengan lambung, dan
- prosedur pada wilayah perut.
Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter demi mendapatkan solusi yang tepat untuk Anda.
Komentar
Posting Komentar