Cacar Air

 Cacar air adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Varicella zoster. Penyakit ini ditandai dengan gejala berupa ruam kemerahan berisi cairan yang terasa sangat gatal di seluruh tubuh.Gejala cacar air adalah ruam merah di wajah, dada, atau punggung, yang dapat menyebar ke seluruh bagian tubuh. Cacar air juga ditandai dengan keluhan lain, seperti:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Hilang nafsu makan

Cacar air dalam istilah medis dikenal dengan varicella. Penyebabnya adalah virus yang mudah menular melalui percikan ludah, atau kontak langsung dengan cairan yang berasal dari ruam. Penyakit ini lebih rentan menyerang anak-anak di bawah usia 12 tahun. Beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko cacar air adalah belum pernah terkena cacar air sebelumnya dan belum menerima vaksin cacar air. Pengobatan cacar air bertujuan untuk mengurangi keparahan gejala, dengan atau tanpa bantuan obat. Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala, yaitu mengenakan pakaian yang longgar dan berbahan lembut, serta tidak menggaruk ruam atau luka cacar air.Pencegahan cacar air adalah dengan mendapatkan vaksinasi cacar air atau vaksin varicella. Di Indonesia sendiri, vaksin cacar air tidak termasuk dalam daftar imunisasi rutin lengkap, tetapi tetap dianjurkan untuk diberikan. 

Cacar air dewasa lebih rentan terjadi pada wanita hamil dan orang dewasa yang daya tahan tubuhnya lemah, belum pernah terkena cacar air saat kanak-kanak, atau belum mendapatkan imunisasi cacar air.Cacar air dewasa sangat menular, karena virusnya dapat menyebar di udara dan menular dari orang ke orang. Anda berisiko tinggi terkena cacar air apabila tinggal bersama, melakukan kontak fisik, atau menggunakan barang-barang yang telah digunakan penderita cacar air.Bahkan, berada di ruang yang sama selama 15 menit atau bertatap muka dengan penderita cacar air juga dapat meningkatkan risiko Anda tertular penyakit ini.Saat seseorang tertular penyakit ini, butuh waktu 7–21 hari hingga gejala cacar air muncul. Penderita cacar air dewasa bisa menyebarkan penyakit ini kepada orang lain, mulai dari sebelum bintik muncul hingga setelah bintik tersebut mengering.

Gejala cacar air dewasa umumnya lebih parah dibandingkan dengan gejala cacar air pada anak-anak. Gejala yang dapat muncul meliputi:

  • Demam
  • Nyeri
  • Sakit kepala
  • Ruam atau bintik yang berkembang menjadi lepuhan kecil dan gatal
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kelelahan
  • Tidak enak badan

Demam dan tidak enak badan ini dapat berlangsung selama beberapa hari. Sementara itu, lepuhan pada kulit yang menjadi ciri-ciri cacar air akan mengering dan menjadi koreng.Bekas luka akibat cacar air dewasa ini dapat perlahan memudar dalam waktu satu minggu atau hilang sepenuhnya dalam 2–3 minggu.

Cacar air dewasa biasanya berlangsung selama 5–10 hari dan dapat menyebabkan komplikasi lebih serius, terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang lemah. Ada beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat cacar air dewasa, yaitu:

Jika terjadi pada ibu hamil, cacar air dapat menyebabkan bayi mengalami cacat lahir, berat badan lahir rendah, dan infeksi yang mengancam nyawa.

Langkah pengobatan cacar air dewasa bertujuan untuk meredakan gejala yang muncul. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengobatinya:

  • Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.
  • Konsumsi makanan bertekstur lembut.
  • Hindari menggaruk ruam atau lepuhan cacar air.
  • Gunakan pakaian yang longgar, berbahan lembut, dan nyaman di kulit.
  • Konsumsi paracetamol untuk meredakan demam, sakit kepala, dan pegal-pegal.
  • Oleskan losion calamine untuk meredakan rasa gatal.
  • Konsumsi tablet antihistamin sesuai resep dokter untuk mengurangi gatal.

Dokter juga akan meresepkan antivirus, seperti acyclovir atau valacyclovir, untuk mengatasi virus dan mencegah komplikasi.

Untuk mencegah cacar air, langkah tepat yang dapat dilakukan adalah dengan mendapatkan vaksin varicella. Namun, konsultasikan ke dokter sebelum Anda menjalani vaksinasi ini, sebab ada beberapa kondisi yang tidak diperbolehkan untuk melakukan vaksin, seperti:

  • Memiliki alergi terhadap bahan yang terkandung dalam vaksin, seperti gelatin atau neomycin
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat kemoterapi atau radiasi kanker
  • Mengonsumsi obat kortikosteroid jangka panjang
  • Menderita HIV/AIDS

Walaupun sering dikira penyakit anak-anak, cacar air juga bisa menyerang orang dewasa. Guna menghindari terjangkit cacar air dewasa, Anda disarankan untuk menjaga jarak dengan penderita cacar air, sering cuci tangan, dan selalu menerapkan gaya hidup sehat agar sistem kekebalan tubuh tetap terjaga.Karena cacar air merupakan penyakit yang sangat menular, segera periksakan diri ke dokter jika Anda menderita penyakit ini. Terlebih, jika cacar air dewasa yang Anda alami disertai dengan gejala sesak napas, demam lebih dari 4 hari, sulit berjalan, leher kaku, batuk parah, dan nyeri perut hebat.

Dari sisi medis, tidak ada larangan mandi untuk pengidap cacar air. Mandi saat cacar air pun disarankan sebagai upaya perawatan kulit untuk meredakan rasa gatal, serta mencegah pengidap menggaruk lentingan pada kulit terlalu sering.Cacar air biasanya merupakan penyakit ringan, tapi bisa memberikan sensasi tidak nyaman. Namun, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius, rawat inap, dan bahkan kematian.

agar sakit cacar air yang Anda atau anak alami cepat sembuh dan tidak menular pada orang lain, cobalah untuk menaati beberapa pantangan ini:

1. Jangan melakukan kontak fisik dengan orang lain

Wajib bagi orang yang sedang sakit cacar menghindari kontak fisik langsung dengan orang-orang yang belum terinfeksi. Ini termasuk berada dalam satu ruangan yang sama.Maka itu, orang yang sedang sakit cacar air seharusnya diisolasi dulu sampai benar-benar sembuh.Pasalnya, virus penyebab cacar air mudah menyebar melalui cipratan air liur ketika seseorang yang sakit baru batuk atau bersin dan orang lain di dekatnya menghirup udara sekitar.Cacar air juga bisa ditularkan dari kontak langsung dengan cairan lenting cacar itu sendiri.

2. Jangan berikan obat aspirin dan ibuprofen untuk anak yang sakit cacar

Cacar air menunjukkan gejala awal seperti kelelahan, demam, dan pusing. Pada umumnya, berbagai gejala ini dapat diatasi dengan obat pereda nyeri seperti ibuprofen, paracetamol, atau aspirin.Namun, pantangan yang perlu diperhatikan adalah jangan berikan ibuprofen dan aspirin sebagai obat cacar air untuk meredakan demam dan sakit kepala.Penggunaan aspirin pada anak kecil dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit bernama sindrom Reyes yang menyerang hati dan otak.Sementara itu, konsumsi ibuprofen dapat meningkatkan risiko infeksi kulit yang lebih parah.

3. Jangan menggaruk lenting cacar

Pantangan utama lainnya yang harus selalu ditaati saat sakit cacar adalah jangan menggaruk lenting cacar air.Gatal, memang, tapi menggaruk akan memecahkan lenting dan kemudian menyebarkan virus.Cairan tersebut dapat menguap ke udara dan terhirup orang sekitar atau menempel pada barang-barang yang akan dipegang oleh orang lain.Menggaruk juga membuat lenting jadi makin menyebar ke bagian tubuh lainnya, bahkan bisa menyebabkan bekas cacar sulit hilang.Cobalah untuk menahannya, karena rasa gatal akan mulai berkurang dalam tiga atau empat hari.Dalam seminggu lebih, lenting yang sudah pecah dan menjadi keropeng sudah tidak terasa gatal lagi.

4. Hindari paparan angin

Penderita cacar air perlu mengurangi paparan angin. Virus penyebab cacar air dengan sangat mudah menyebar ke orang di sekitar Anda melalui udara.Cara penularan cacar air ini terjadi ketika lenting pecah dan cairan yang dipenuhi virus menguap ke udara.Angin akan membawa virus tersebut dengan mudah ke orang di sekitar Anda. Virus cacar air akan masuk ke dalam tubuh saat orang lain menghirup udara yang terkontaminasi ini.Tidak hanya di luar rumah, penularan melalui udara juga lebih mudah terjadi di ruangan tertutup.Oleh karena itu, penderita cacar air juga sebisa mungkin menunda beraktivitas dengan orang lain di satu ruangan seperti di kelas, kantor, atau tempat penitipan anak.Penderita cacar air memang sebaiknya mengurangi paparan angin, tetapi ini bukan berarti jika penderita cacar air yang terkena angin kondisi cacarnya akan semakin bertambah.Hal ini belum terbukti secara ilmiah.Hanya saja, orang yang sedang kena cacar air perlu banyak beristirahat supaya tubuh mampu melawan virus.Karena itu, sebaiknya memang Anda tidak menghabiskan banyak waktu di luar ruangan dan terpapar angin.

Beberapa jenis makanan yang menjadi pantangan saat sakit cacar air dilaporkan dapat memperparah gejalanya.

1. Makanan tinggi lemak jenuh

Makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi, seperti daging, susu full cream, merupakan makanan pantangan pertama yang sebaiknya dihindari ketika sakit cacar air.Makanan dengan lemak jenuh yang tinggi dapat meningkatkan peradangan pada tubuh.Hal ini akan menyebabkan ruam yang dialami anak Anda semakin parah dan proses penyembuhannya semakin lama.Selain mengurangi konsumsi makanan pantangan ini, penderita penyakit cacar air juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang dingin untuk mengurangi rasa sakit pada tenggorokan.Jika Anda ingin mengonsumsi es krim atau milkshake, lebih baik memilih jenis yang rendah lemak atau tidak mengandung lemak sama sekali.

2. Makanan asam

Ruam cacar air yang muncul pada tenggorokan bisa menyebabkan peradangan sehingga tenggorokan terasa sangat kering dan perih ketika menelan makanan.Maka dari itu, hindari buah jeruk dan buah lain yang mengandung asam tinggi.Konsumsi makanan dengan asam yang tinggi akan menyebabkan tenggorokan dan mulut teriritasi yang semakin parah dan menimbulkan rasa sakit. Tentunya, kondisi ini semakin memperlambat proses penyembuhan.Selain menjadikan makanan yang mengandung asam tinggi sebagai pantangan sakit cacar air, perhatikan juga makanan kemasan atau minuman ringan yang akan dikonsumsi oleh anak.Cobalah untuk menjauhkan makanan tersebut jika mengandung asam sitrat, karena akan mengakibatkan memburuknya gejala cacar air sama seperti ketika mengonsumsi makanan yang kadar asamnya tinggi.

3. Makanan pedas dan asin

Rasa pedas dan asin pada makanan bisa menyebabkan iritasi pada tenggorokan dan mulut, termasuk kaldu ayam yang memiliki rasa asin.Saat anak sakit cacar air, makanan-makanan yang terlalu pedas atau asin harus dijadikan pantangan.Sebagai gantinya, makanlah sup sayuran sehat dengan kaldu sayur yang memiliki kadar natrium lebih rendah dibandingkan dengan kaldu ayam.

4. Makanan sumber ariginin

Arginin adalah sejenis protein yang berpengaruh terhadap proses replikasi virus cacar air di dalam tubuh.Studi dalam jurnal Antiviral Chemistry & Chemotherapy menjelaskan, asam amino arginin memicu proses sintesis protein yang dimanfaatkan oleh virus untuk berkembang biak.Maka saat virus penyebab cacar air bereplikasi, jumlah virus yang menginfeksi permukaan kulit menjadi semakin banyak sehingga gejala semakin parah.Kondisi ini menyebabkan orang yang sakit cacar makin lama sembuhnya.Makanan mengandung arginin yang perlu dijadikan pantangan saat sakit cacar air di antaranya adalah cokelat, kacang tanah, dan kismis.Meski begitu, belum banyak bukti ilmiah yang menunjukan pantangan makanan yang mengandung arginin dapat membantu pemulihan cacar air.Mematuhi pantangan saat sakit cacar air sangat penting dalam proses pemulihan.Menghindari hal atau makanan tertentu juga memperkecil risiko terjadinya komplikasi seperti infeksi kulit akibat bakteri dan gangguan pencernaan.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Macam macam warna urine