Amputasi Diabetes

 Diabetes dapat menyebabkan dua potensi ancaman untuk kaki yang dapat menyebabkan amputasi, yaitu :

  • Kerusakan saraf (neuropati diabetik)Ketika jaringan saraf di kaki rusak, sensasi rasa sakit menjadi berkurang. Itu sebabnya, kaki dapat terluka atau terpotong tanpa penderita menyadarinya.
  • Mengurangi aliran darahDiabetes juga dapat mempersempit pembuluh arteri, sehingga dapat mengurangi aliran darah ke kaki. Dengan kurangnya darah untuk memberi nutrisi pada jaringan kaki, maka luka menjadi sulit untuk disembuhkan.Luka kecil yang tersembunyi di bawah kaki dapat cepat berkembang menjadi luka besar yang parah.Luka dan infeksi yang terlanjur parah dapat menyebabkan dilakukannya amputasi kaki.

Pemeriksaan dan perawatan kaki pada penderita kaki Diabetes Melitus bertujuan untuk mencegah terjadinya luka, pemeriksaan tersebut sangatlah penting karena untuk mencegah kerusakan syaraf kaki yang bisa mengakibatkan kaki penderita tidak bisa merasakan nyeri sama sekali. Bagian yang diperiksa adalah pungggung kaki, telapak kaki, sisi-sisi kaki, dan sela-sela jari.

Amputasi pada diabetes umumnya terjadi karena infeksi pada luka. Dalam banyak kasus, diabetes menyebabkan penyakit arteri perifer. Penyakit ini membuat pembuluh darah menyempit dan aliran darah ke kaki berkurang. Aliran darah yang berkurang menyebabkan kerusakan saraf atau dikenal juga dengan neuropati perifer. 

Berikut cara cegah amputasi pada diabetes.

1. Mengontrol gula darah Studi mendapati mengontrol gula darah dapat mencegah komplikasi pada pasien diabetes termasuk, amputasi. Periksa gula darah setiap hari. Pastikan gula darah tetap stabil dengan mengelola makan dan juga konsumsi obat yang sudah diresepkan dokter

2. Mengonsumsi makanan sehat
Kelola diet dengan mengonsumsi makanan sehat yang bernutrisi seimbang. Masukan buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian dalam makanan harian penderita diabetes. Makanan ini dapat mengontrol gula darah sehingga mencegah komplikasi. Hindari konsumsi makanan cepat saji dan makanan yang mengandung banyak gula karena dapat menaikkan gula darah dan menyebabkan komplikasi dan infeksi.

3. Olahraga ringan
Dikutip dari Healthline, studi menunjukkan olahraga ringan dapat menjaga kadar gula dalam darah tetap stabil. Penderita diabetes direkomendasikan untuk olahraga denagn frekuensi ringan-sendang selama 30 menit setiap hari.

4. Memeriksa kaki
Periksa kaki setiap hari. Amati apakah terdapat tanda kemerahan, luka, memar, atau perubahan warna lainnya. Periksa pula sensasi pada kaki menggunakan bulu atau benda ringan lainnya. Begitu pula dengan kepekaan terhadap suhu hangat dan dingin.

Kondisi area sekiling luka yang menghitam seringnya menandakan kematian jaringan (nekrosis). Kondisi ini, sepatutnya diperiksakan langsung ke dokter atau dokter bedah agar dievaluasi mendalam lantas diberikan penanganan yang terbaik sebelum berkembang menjadi lebih serius. Ciri-ciri luka diabetes yang mau sembuh yaitu munculnya jaringan baru yang akan menutupi luka, rasa gatal di area sekitar luka, dan memudarnya warna kemerahan pada luka. Sebisa mungkin, penderita diabetes harus menghindari yang namanya luka, khususnya luka diabetes di kaki.
Bagi orang yang mengidap diabetes, luka ini akan terasa berbeda dengan luka yang biasa muncul karena akan disertai dengan gejala di bawah ini: Nyeri kronis. Pada beberapa orang tidak disertai nyeri sama sekali dan luka muncul tanpa disadari. Bengkak.Normalnya penyembuhan luka membutuhkan waktu selama 3 minggu. Untuk beberapa luka, dapat memakan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun untuk sembuh. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut. Faktor lokal seperti kondisi luka, infeksi, trauma, dan bengkak dapat memengaruhi penyembuhan.
Luka ringan umumnya dapat sembuh dengan sendirinya melalui perawatan luka yang baik. Namun, pada kasus tertentu, luka bisa sulit sembuh akibat cedera hebat atau penyakit tertentu. Setiap orang pasti pernah mengalami luka, baik dalam bentuk goresan, sayatan, tusukan, luka bakar, atau bekas jahitan operasi.
 


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Macam macam warna urine